Tentang Kami

Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit VIII ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.79/Menhut-II/2010 tanggal 10 Pebruari 2010 tentang Penetapan Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Provinsi Sulawesi Tengah seluas ± 220,170 Ha. Seiring dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.869/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Sulawesi Tengah, luas KPHL Unit VIII (KPH Kulawi) setelah disesuaikan dengan SK Menhut tersebut menjadi + 219.472,84 Ha. Wilayah KPHL Kulawi ini terletak di Kabupaten Sigi. Sebagian besar (55,94%), wilayah KPHL Kulawi merupakan kawasan hutan lindung dan 44,06% merupakan kawasan hutan produksi. Wilayah ini akan dikelola secara optimal berdasarkan prinsip – prinsip kelestarian yang termuat dalam Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP).

Wilayah KPHL Unit VIII (KPH Kulawi) di dominasi oleh hutan primer, namun untuk menjangkau desa-desa di sekitar wilayah KPH bisa menggunakan alat transportasi darat seperti motor atau mobil. Untuk menjangkau beberapa desa di sekitar KPHL Kulawi hanya dapat menggunakan transportasi ojek khusus karena jalanan yang terjal. Sarana transportasi ojek untuk menjangkau desa-desa tersebut sudah cukup memadai. Kelembagaan KPHL Unit VIII (KPH Kulawi) terbentuk sesuai Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 45 Tahun 2016/ Tangga17 November 2016, yang terletak di wilayah Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi. Dalam wilayah KPHL Unit VIII (KPH Kulawi) terdapat ijin penggunaan kawasan yaitu ijin penggunaan kawasan oleh PT. Sulwood Export Development LTD, HD Lonca, HD Namo, HKm Pipikoro, Hutan Adat Marena dan beberapa Ijin Pemungutan HHBK (Rotan).